“UMM & UTBEX Indonesia: Menjahit Ekosistem Kreatif Desa lewat HEXAHELIX”

Diskusi pengabdian masyarakat di Markas UTBEX menjadi awal sinergi ilmu akademik dan praktik ekonomi kreatif berbasis desa.

Bantur, 14 Juni 2025 – Masih di tempat yang sama, Markas Kreatif UTBEX Indonesia, sore ini dilanjutkan dengan diskusi strategis bersama para mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Diskusi ini menjadi babak lanjutan dari rangkaian pertemuan lintas sektor yang digelar hari ini.

Fokus diskusi kali ini adalah persiapan program Pengabdian kepada Masyarakat (PMM) yang akan dilaksanakan mahasiswa UMM di wilayah Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Dalam diskusi hangat ini, dibahas pemetaan potensi wilayah desa, strategi pendekatan kepada masyarakat, serta kolaborasi aktif antara akademisi dan praktisi ekonomi kreatif desa.

UTBEX Indonesia, sebagai penggerak sosial dan ekonomi kreatif, menyambut baik inisiatif akademik ini. Kolaborasi ini menjadi perwujudan dari optimalisasi pendekatan HEXAHELIX – sinergi antara akademisi, komunitas, bisnis, pemerintah, media, dan masyarakat – yang menjadi kunci membangun desa secara inklusif dan berkelanjutan.

"Kami percaya bahwa kolaborasi antara kampus dan pelaku lapangan akan menjadi akselerator perubahan di desa. PMM bukan hanya tentang hadir, tapi tentang membangun dan meninggalkan dampak nyata," ungkap Arik Dwi Asmara, Owner UTBEX Indonesia sekaligus Inisiator BCN (Bantur Creative Network).

Harapannya, program PMM ini tidak sekadar formalitas akademik, namun benar-benar mampu membawa ilmu pengetahuan terapan ke masyarakat desa – terutama untuk generasi muda, agar siap menghadapi tantangan ekonomi di era mendatang.

UTBEX Indonesia tetap teguh dalam komitmennya: membangun ekosistem ekonomi kreatif desa melalui kolaborasi strategis dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. _red

Komentar

Postingan Populer